Tujuan Pembelajaran :
1.
Siswa mampu menjelaskan pengertian dari
Teori Atribusi.
2. Siswa
mampu menyampaikan faktor – faktor yang
terkandung didalam Teori Atribusi.
A. Definisi
teori Atribusi
Atribusi adalah sebuah teori yang membahas tentang upaya-upaya yang
dilakukan untuk memahami penyebab-penyebab perilaku kita dan orang lain.
Definisi formalnya, atribusi berarti upaya untuk memahami penyebab di balik
perilaku orang lain, dan dalam beberapa kasus juga penyebab di balik perilaku
kita sendiri. Sementara menurut Weiner (Weiner, 1980, 1992) attribution theory
is probably the most influential contemporary theory with implications for
academic motivation. Artinya Atribusi adalah teori kontemporer yang paling
berpengaruh dengan implikasi untuk motivasi akademik. Hal ini dapat diartikan
bahwa teori ini mencakup modifikasi perilaku dalam arti bahwa ia menekankan
gagasan bahwa peserta didik sangat termotivasi dengan hasil yang menyenangkan
untuk dapat merasa baik tentang diri mereka sendiri.Teori yang dikembangkan oleh
Bernard Weiner ini merupakan gabungan dari dua bidang minat utama dalam teori
psikologi yakni motivasi dan penelitian atribusi. Teori yang diawali dengan
motivasi, seperti halnya teori belajar dikembangkan terutama dari pandangan
stimulus-respons yang cukup popular dari pertengahan 1930-an sampai
1950-an.Sebenarnya istilah atribusi mengacu kepada penyebab suatu kejadian atau
hasil menurut persepsi individu. Dan yang menjadi pusat perhatian atau
penekanan pada penelitian di bidang ini adalah cara-cara bagaimana orang
memberikan penjelasan sebab-sebab kejadian dan implikasi dari
penjelasan-penjelasan tersebut. Dengan kata lain, teori itu berfokus pada
bagaimana orang bisa sampai memperoleh jawaban atas pertanyaan “mengapa”?
(Kelly 1973).
Untuk melihat materi selengkapnya download disini